Rabu, 25 November 2015

Filsuf Labil


: setiap aku

sosok kecil tak tahu diri
binar matanya mencekik rantai-rantai
yang tercipta dari metal-metal waktu
yang terajut padat dan terus melaju
kubilang sosok kecil itu tak tahu diri
bagaimana mungkin diri rentanya sanggup memikul semua?
ia adalah sosok sok tahu
baru tadi malam, sebelum tidur, sebelum menenggak obat cacing,
sebelum minum segelas susu dan mentil pada emaknya,
ia baca lembar buku filsafat yang menarik, sampulnya merah menggoda, dan ia sudah pongah
aih, bocah
filsuf labil yang merasa tahu segalanya
menelisik-cekik tiap rajutan metal-metal waktu
yang mengalir
yang bergulir
dari pagi sampai sore
dari sore sampai malam
dari malam sampai sore esoknya lagi

kebijaksanaan terlalu berat, Nak
renta tanganmu tak akan sanggup pikul bahkan sudut teringan daripadanya
duduk saja
lakukan apa yang wajib kau lakukan sebagai balita
jangan pernah menganggap kau paling mengerti
bagaimana hidup berlaku
bagaimana Tuhan berlakon
bagaimana alam berbuat
jadilah balita yang menatap dunia dengan rendah hati, Nak
Ciampea, 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar