: setiap aku
sosok
kecil tak tahu diri
binar
matanya mencekik rantai-rantai
yang
tercipta dari metal-metal waktu
yang
terajut padat dan terus melaju
kubilang
sosok kecil itu tak tahu diri
bagaimana
mungkin diri rentanya sanggup memikul semua?
ia
adalah sosok sok tahu
baru
tadi malam, sebelum tidur, sebelum menenggak obat cacing,
sebelum
minum segelas susu dan mentil pada emaknya,
ia
baca lembar buku filsafat yang menarik, sampulnya merah menggoda, dan
ia sudah pongah
aih,
bocah
filsuf
labil yang merasa tahu segalanya
menelisik-cekik
tiap rajutan metal-metal waktu
yang
mengalir
yang
bergulir
dari
pagi sampai sore
dari
sore sampai malam
dari
malam sampai sore esoknya lagi
kebijaksanaan
terlalu berat, Nak
renta
tanganmu tak akan sanggup pikul bahkan sudut teringan daripadanya
duduk
saja
lakukan
apa yang wajib kau lakukan sebagai balita
jangan
pernah menganggap kau paling mengerti
bagaimana
hidup berlaku
bagaimana
Tuhan berlakon
bagaimana
alam berbuat
jadilah
balita yang menatap dunia dengan rendah hati, Nak
Ciampea,
2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar