setelah lima abad satu setengah
dasawarsa
aku meraih gelap dalam cahaya
tak seperti orang-orang
aku kebingungan
dentang lonceng gereja
terdengar lembut menyentuh
telinga
jam sepuluh pagi di hari minggu
misa membubung basahi angkasa
matahari masih terbit di waktu
pagi
aku masih heran dengan semuanya
ribuan
pertanyaan menyumbat medula
oblongata
seringkali kudapati pagi jadi
gulita
ramai jadi sepi
aku berjalan seperti pemabuk
aku tak berawak
aku hidup tak tahu jalan
lonceng gereja berdentang lagi
tengah malam sudah datang
entah berapa kali aku harus
memekik pada kesepian
berapa kali aku harus meraung
pada keheningan
namun
aku yakin
sumbat pertanyaan akan lenyap
pagi tak akan jadi gulita
ramai akan tetap ramai
aku akan terbebas di suatu hari
ketika matahari terbit di waktu
senja
Ciampea, 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar