Rabu, 25 November 2015

Renaisans Kepalaku



setelah lima abad satu setengah dasawarsa
aku meraih gelap dalam cahaya
tak seperti orang-orang
aku kebingungan

dentang lonceng gereja
terdengar lembut menyentuh telinga
jam sepuluh pagi di hari minggu
misa membubung basahi angkasa

matahari masih terbit di waktu pagi
aku masih heran dengan semuanya
ribuan pertanyaan menyumbat medula oblongata
seringkali kudapati pagi jadi gulita
ramai jadi sepi
aku berjalan seperti pemabuk
aku tak berawak
aku hidup tak tahu jalan

lonceng gereja berdentang lagi
tengah malam sudah datang
entah berapa kali aku harus memekik pada kesepian
berapa kali aku harus meraung pada keheningan

namun
aku yakin
sumbat pertanyaan akan lenyap
pagi tak akan jadi gulita
ramai akan tetap ramai
aku akan terbebas di suatu hari
ketika matahari terbit di waktu senja
Ciampea, 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar