Rabu, 25 November 2015

Riung



aku pergi meriung bersama bapakku
bapakku menyumpal Yasin ke mulutku
aku tak mau
aku lari melompati Ayat Kursi
nyatanya kakiku menyentuhnya
ia jatuh dengan suara kayu patah
aku kabur

aku masih lari
ke arah gedung kosong
di atas pasar ramai
kata orang banyak Bebongkong*
: hantu kakek tua renta
penuh tipu daya
yang minta tolong pada pemuda
lantas pemuda dibawa
ke alam tanpa nama

nyatanya ketika aku sampai di sana
aku tak menjumpanya

aku berlari lagi
terpeleset di atas samudera biru
ada arsy di atas ubun-ubunku
aku hampir tertimpa
namun aku menghindar

entah kenapa aku sampai di warung internetan
ternyata ada Bebongkong di sana
sayang aku tak bawa Ayat Kursi
aku tak bisa memukul kepalanya
atau melambungkan Yasin agar dia lari
akhirnya aku dibawa
pada jalan menuju
alam tanpa nama
Ciampea, 2015

*) Bebongkong: salah satu hantu legenda urban di daerah saya dulu (Tanjung Karang Timur), lebih tepatnya di daerah sekitaran Kampung Sawah. Pernah mendengar sosoknya adalah seorang kakek tua yang bungkuk dan berdiam diri di lantai dua gedung Pasar Tugu yang tak terpakai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar