aku pergi meriung bersama bapakku
bapakku
menyumpal Yasin
ke
mulutku
aku tak mau
aku lari melompati Ayat Kursi
nyatanya kakiku menyentuhnya
ia jatuh dengan suara kayu patah
aku kabur
aku masih lari
ke arah gedung kosong
di atas pasar ramai
kata
orang banyak Bebongkong*
: hantu kakek tua renta
penuh tipu daya
yang minta tolong pada pemuda
lantas pemuda dibawa
ke alam tanpa nama
nyatanya ketika aku sampai di
sana
aku tak menjumpanya
aku berlari lagi
terpeleset di atas samudera biru
ada
arsy
di
atas ubun-ubunku
aku hampir tertimpa
namun aku menghindar
entah kenapa aku sampai di warung
internetan
ternyata
ada Bebongkong
di sana
sayang aku tak bawa Ayat Kursi
aku tak bisa memukul kepalanya
atau melambungkan Yasin agar dia
lari
akhirnya aku dibawa
pada jalan menuju
alam tanpa nama
Ciampea, 2015
*)
Bebongkong: salah satu hantu legenda urban di daerah saya dulu
(Tanjung Karang Timur), lebih tepatnya di daerah sekitaran Kampung
Sawah. Pernah mendengar sosoknya adalah seorang kakek tua yang
bungkuk dan berdiam diri di lantai dua gedung Pasar Tugu yang tak
terpakai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar