berulangkali kucari tahu tentang
nama yang tersangkut di pepohonan dan terselip di antara batuan cadas
yang kurasa kian mengeras serta menajam seiring berjalannya waktu di
jam tanganku yang berhenti karena ketidakmengertianku akan waktu dan
rotasi bumi yang masih kupertanyakan apakah waktu ikut berhenti jika
bumi berhenti berotasi dan apa rasanya ketika waktu terhenti?
serta aku tak tahu dengan
pencarianku ini akan nama yang kubilang terselip dimana-mana dan
mengapa pula tak pernah kujumpai nama yang sama dimanapun?
serta apa penyebabnya aku tak
juga menemukannya padahal nama itu dimana-mana membuatku bingung
sendiri dan hampir-hampir aku bunuh diri lantaran tak pernah jumpai
nama itu dimanapun juga
sajakku bilang, “kau seperti
anjing yang mengejar ekor sendiri.”
Ciampea,
2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar