Rabu, 25 November 2015

Siapa Aku



berulangkali kucari tahu tentang nama yang tersangkut di pepohonan dan terselip di antara batuan cadas yang kurasa kian mengeras serta menajam seiring berjalannya waktu di jam tanganku yang berhenti karena ketidakmengertianku akan waktu dan rotasi bumi yang masih kupertanyakan apakah waktu ikut berhenti jika bumi berhenti berotasi dan apa rasanya ketika waktu terhenti?
serta aku tak tahu dengan pencarianku ini akan nama yang kubilang terselip dimana-mana dan mengapa pula tak pernah kujumpai nama yang sama dimanapun?
serta apa penyebabnya aku tak juga menemukannya padahal nama itu dimana-mana membuatku bingung sendiri dan hampir-hampir aku bunuh diri lantaran tak pernah jumpai nama itu dimanapun juga

sajakku bilang, “kau seperti anjing yang mengejar ekor sendiri.”
Ciampea, 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar